BIJAK MEMILIH MAKANAN

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
2042
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BIJAK MEMILIH MAKANAN

“Saat timnas sepakbola kita  bertanding dengan Jepang, terlihat betapa kekuatan fisik pemain kita nampak kurang seimbang dengan tim Jepang. Jepang sudah cukup lama menerapkan pola makan bergizi ke anak-anak mereka.” Pernyataan ini dikeluarkan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, saat malam ramah tamah Tanwir Muhammadiyah 2024, 3 Desember 2024 di Kupang. Di acara tersebut Dadan Hindayana juga menyebut beberapa negara lain yang sudah lebih dulu menerapkan program makanan bergizi ini dan efek positif jangka pajang yang telah dapat dipetik pada hari ini.

Linear dengan pidato Kepala Badan Gizi Nasional di atas, pada tahun 2023 Ikatan Dokter Anak Indonesia merilis fakta yang cukup mengkhawatirkan. Jumlah anak-anak Indonesia yang mengidap diabetes di tahun 2023 melonjak 70 kali lipat dibanding dengan tahun 2010. Sebab lonjakan ini juga sama. Yaitu makanan yang tidak sehat.

Kalau kita amati, dalam sepuluh tahu terakhir ini makanan dan minuman manis instan dalam kemasan memang terlalu akrab dengan  dunia anak-anak kita. Utuk ukuran satuan, mungkin makanan dan minuan ini masih dalam kategori aman untuk dikonsumsi. Namun, ketika dikonsumsi  tanpa batas dan setiap hari, sangat mungkin akan merugikan kesehatan anak-anak. Dalam waktu dekat  maupun dalam jangka panjang. Hal ini setidaknya terkonfirmasi secara sederhana ketika kita mengantar anak yang sakit ke dokter anak. Sang dokter secara tepat dapat menebak anak ini tadi habis makan jajanan apa.

Sementara itu makanan olahan siap saji seperti sosis dan nugget dengan beragam kualitasnya juga semakin akrab dengan dapur di rumah kita. Menggantikan tahu, tempe, dan sayur. Berbagai makanan olahan sudah tersa enak dari pabriknya tanpa kita ketahui jenis bumbu dan jumlah garamnya. Sudah barang tentu makanan ini pasti dicampur dengan pewarna dan pengawet. Meski diklaim aman untuk dikosumsi, pewarna dan pengawet ini  pasti ada ambang batas maksimalnya untuk dapat diakumulasi dalam tubuh manusia.

Selengkapnya dapat membeli Majalah Suara Muhammadiyah digital di sini Majalah SM Digital Edisi 05/2025


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Editorial

MELUASKAN PAHAM AGAMA Tema Salafi telah didiskusikan berulang kali. Tulisan ini tidak hendak menjel....

Suara Muhammadiyah

4 July 2024

Editorial

HIZBUL WATHAN DAN NASIONALISME-PATRIOTIK MUHAMMADIYAH Hizbul Wathan (HW)—organisasi Kepanduan....

Suara Muhammadiyah

12 March 2024

Editorial

REFORMASI KADERISASI MUHAMMADIYAH Krisis Kader dapat dikatakan sebagai pembahasan yang paling serin....

Suara Muhammadiyah

23 November 2023

Editorial

Muhammadiyah Sebagai Sistem Oleh: Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Muhammadiyah dikenal sebagai orga....

Suara Muhammadiyah

4 April 2024

Editorial

Oleh: Prof Dr H Haedar Nashir, MSi Pandangan tentang wasathiyah Islam masih beragam, terutama bila ....

Suara Muhammadiyah

28 June 2025