BIJAK MEMILIH MAKANAN

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
2091
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BIJAK MEMILIH MAKANAN

“Saat timnas sepakbola kita  bertanding dengan Jepang, terlihat betapa kekuatan fisik pemain kita nampak kurang seimbang dengan tim Jepang. Jepang sudah cukup lama menerapkan pola makan bergizi ke anak-anak mereka.” Pernyataan ini dikeluarkan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, saat malam ramah tamah Tanwir Muhammadiyah 2024, 3 Desember 2024 di Kupang. Di acara tersebut Dadan Hindayana juga menyebut beberapa negara lain yang sudah lebih dulu menerapkan program makanan bergizi ini dan efek positif jangka pajang yang telah dapat dipetik pada hari ini.

Linear dengan pidato Kepala Badan Gizi Nasional di atas, pada tahun 2023 Ikatan Dokter Anak Indonesia merilis fakta yang cukup mengkhawatirkan. Jumlah anak-anak Indonesia yang mengidap diabetes di tahun 2023 melonjak 70 kali lipat dibanding dengan tahun 2010. Sebab lonjakan ini juga sama. Yaitu makanan yang tidak sehat.

Kalau kita amati, dalam sepuluh tahu terakhir ini makanan dan minuman manis instan dalam kemasan memang terlalu akrab dengan  dunia anak-anak kita. Utuk ukuran satuan, mungkin makanan dan minuan ini masih dalam kategori aman untuk dikonsumsi. Namun, ketika dikonsumsi  tanpa batas dan setiap hari, sangat mungkin akan merugikan kesehatan anak-anak. Dalam waktu dekat  maupun dalam jangka panjang. Hal ini setidaknya terkonfirmasi secara sederhana ketika kita mengantar anak yang sakit ke dokter anak. Sang dokter secara tepat dapat menebak anak ini tadi habis makan jajanan apa.

Sementara itu makanan olahan siap saji seperti sosis dan nugget dengan beragam kualitasnya juga semakin akrab dengan dapur di rumah kita. Menggantikan tahu, tempe, dan sayur. Berbagai makanan olahan sudah tersa enak dari pabriknya tanpa kita ketahui jenis bumbu dan jumlah garamnya. Sudah barang tentu makanan ini pasti dicampur dengan pewarna dan pengawet. Meski diklaim aman untuk dikosumsi, pewarna dan pengawet ini  pasti ada ambang batas maksimalnya untuk dapat diakumulasi dalam tubuh manusia.

Selengkapnya dapat membeli Majalah Suara Muhammadiyah digital di sini Majalah SM Digital Edisi 05/2025


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Editorial

Pedomani Prinsip, Kepribadian, dan Khittah Oleh Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Muhammadiyah itu &n....

Suara Muhammadiyah

24 February 2024

Editorial

Agenda Strategis Keislaman Oleh Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan ....

Suara Muhammadiyah

9 August 2025

Editorial

REFORMASI KADERISASI MUHAMMADIYAH Krisis Kader dapat dikatakan sebagai pembahasan yang paling serin....

Suara Muhammadiyah

23 November 2023

Editorial

Agenda Strategis Muhammadiyah Oleh Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si. Era digital dan media sosial saa....

Suara Muhammadiyah

27 February 2024

Editorial

TAAT UNTUK MASLAHAT Seorang pria tampak berjalan di parkiran yang cukup luas menuju bangunan teduh ....

Suara Muhammadiyah

30 October 2024