Bung Karno dan Muhammadiyah, Mengenang 56 Tahun Wafatnya Sang Proklamator

Suara Muhammadiyah

23 June 2026

133
Ir Soekarno

Ir Soekarno

Bung Karno dan Muhammadiyah, Mengenang 56 Tahun Wafatnya Sang Proklamator 

Oleh: Buya Anwar Abbas 

Ada kata-kata Bung Karno yang menarik untuk dicamkan oleh seluruh warga Muhammadiyah. Kata-kata tersebut disampaikan Bung Karno dalam salah satu kesempatan bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat itu, KH Ahmad Badawi.

Bung Karno berkata kepada warga Muhammadiyah yang hadir, “Tahukah saudara mengapa saya mencintai dan menjadi anggota Muhammadiyah, bahkan menjadi anggota yang setia dari Muhammadiyah?”

Menurut Bung Karno, alasannya adalah karena sejak muda ia telah “nginthil-nginthil” Kiai Ahmad Dahlan. Ajaran yang diberikan oleh pendiri Muhammadiyah tersebut, menurutnya, benar-benar sesuai dengan alam pikirannya. Selain itu, ajaran Kiai Ahmad Dahlan telah menggugah kalbu dan rohnya, yaitu keyakinan yang teguh terhadap kebenaran Islam.

Bagi Bung Karno, Muhammadiyah yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan merupakan purification of the mind dan rejuvenation of the Islamic creed. Karena itulah, ia mengaku mengikuti jejak Kiai Ahmad Dahlan dan menjadi anggota Muhammadiyah yang setia.

Bung Karno juga meyakini bahwa suatu bangsa dan agama hanya akan menjadi kuat apabila memiliki pikiran yang bersih, tidak dikotori oleh khurafat yang tidak benar maupun bid’ah yang menyalahi prinsip-prinsip pokok agama. Oleh karena itu, kecintaannya kepada Muhammadiyah selalu ia hubungkan dengan negara, tanah air, dan bangsa, yang menurutnya merupakan amanat Allah Swt.

Sebagaimana disampaikan Mas Badawi, kata Bung Karno, mengabdi kepada negara dalam arti membangun dan menyusun negara agar tetap selamat merupakan bagian dari ibadah. Menurut Bung Karno, ibadah bukan hanya sembahyang atau salat, melainkan segala perbuatan yang merupakan bentuk penyembahan dan pengabdian kepada Allah Swt.

Karena itu, menyusun negara dan bangsa serta menyelamatkannya adalah ibadah. Mempersatukan tanah air dan memakmurkannya juga merupakan ibadah, sebab negara, bangsa, dan tanah air adalah amanat Tuhan kepada manusia.

Bung Karno menegaskan bahwa ketertarikannya menjadi anggota sekaligus pengayom Muhammadiyah bukan hanya karena ia meyakini dan menyetujui gagasan purification of the mind dan rejuvenation of the Islamic creed yang dijalankan Muhammadiyah, tetapi juga karena, sebagaimana dikatakan KH Ahmad Badawi, mengurus negara, bangsa, dan tanah air merupakan bagian dari ibadah.

Dari kata-kata Bung Karno tersebut, terdapat pesan kuat yang layak kita renungkan, terutama ketika mengenang sosoknya. Sebagai Presiden Republik Indonesia sekaligus warga Muhammadiyah yang setia, Bung Karno mengingatkan agar kita tidak membiarkan negara, bangsa, dan tanah air ini berjalan sendiri.

Warga Muhammadiyah diminta untuk ikut secara aktif membangun dan menyelamatkan negara serta bangsa, mempersatukan tanah air, dan memakmurkannya. Semua itu merupakan bentuk ibadah kepada Allah Swt.

Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Nur Ngazizah, Ketua PDNA Purworejo periode 2012_2022, Ketua PDA Purworejo Periode 2022_20....

Suara Muhammadiyah

16 May 2025

Wawasan

Anak Saleh (27) Oleh: Mohammad Fakhrudin "Anak saleh bukan barang instan. Dia diperoleh melalui pr....

Suara Muhammadiyah

23 January 2025

Wawasan

Meluruskan Niat dalam Ber-Muhammadiyah Oleh: Mohammad Nur Rianto Al Arif, Guru Besar UIN Syarif Hid....

Suara Muhammadiyah

11 February 2026

Wawasan

Membaca Realitas: Posisi Pemuda sebagai Pelopor Perubahan Oleh: Agusliadi Massere Dalam catatan se....

Suara Muhammadiyah

25 October 2023

Wawasan

Toleransi Bukan Mimpi: Pelajaran Berharga dari Abraham's Children Oleh : Donny Syofyan, Dosen ....

Suara Muhammadiyah

14 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah