YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Resepsi Milad ke-111 Suara Muhammadiyah (SM) yang digelar di Ballroom SM Tower Malioboro pada Kamis (13/8) menjadi momentum bersejarah dengan diluncurkannya Batik Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Produk ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Suara Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, dan Universitas Muhammadiyah Palu.
Peluncuran batik ini bukan sekadar urusan niaga, melainkan upaya mempertemukan nilai budaya, kreativitas, dan gerakan Persyarikatan. Selain sebagai produk ekonomi kreatif, Batik Tanwir diharapkan menjadi medium untuk memperkenalkan identitas serta semangat Muhammadiyah melalui karya budaya yang mendalam.
Filosofi Kelor dan Ketertiban Organisasi Dalam sambutannya, Ketua PWM Sulawesi Tengah mengungkapkan kebanggaannya atas diperkenalkannya kearifan lokal melalui Batik Kelor Palu. Ia menjelaskan bahwa pohon kelor memiliki filosofi yang sangat berbanding lurus dengan spirit gerakan Muhammadiyah.
"Kelor bukan sekadar tumbuhan biasa bagi masyarakat Palu, tapi memiliki khasiat luar biasa. Struktur pohonnya pun tumbuh dengan penuh keteraturan—batang, cabang, hingga daunnya rapi," ujarnya. Hal ini selaras dengan upaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sedang mencanangkan ketertiban organisasi melalui sistem SatuMU dan DOM, di mana Tanwir Muhammadiyah 2026 menjadi target pencapaian ketertiban tersebut.


Prosesi Peluncuran dan Penandatanganan Acara dilanjutkan dengan prosesi penandatanganan MoU antara Suara Muhammadiyah dengan PWM Sulteng.
Sebagai simbol peresmian, dilakukan penandatanganan Replika Batik oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Ketua PWM Sulteng Muh. Amin Parakkasi, MHI, Rektor UM Palu Prof Dr Rajindra, MM, dan Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari MA, Datuak Marajo.
Peluncuran ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut gelaran Tanwir Muhammadiyah 2026 yang akan dilaksanakan di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Melalui batik ini, ciri khas Kota Palu dapat diperkenalkan ke seluruh Indonesia melalui jaringan Persyarikatan Muhammadiyah.
Ketua PWM Sulteng juga mengundang seluruh warga Persyarikatan untuk hadir dalam agenda Tanwir di Kota Palu yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 21 November 2026 mendatang. (Riz)

