Karena Pendidikan, Cita-cita Itu Ada

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
372
Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Puasa (ash-shiyam) yang ditunaikan umat Islam bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga semata. Tetapi, dibalik itu, terdapat hikmah di dalamnya, yang niscaya memberikan dampak positif bagi kehidupan.

Dalam buku Yusuf Qardhawi berjudul Fiqh Al-Shiyam, tersebut di antaranya tarbiyatun lil-irādah wa jihādun lin-nafs. Kata Muhammad Saad Ibrahim, ibadah puasa muatannya memiliki makna sebagai bulan pendidikan. “Untuk memiliki cita-cita, memiliki kemauan,” sebutnya.

Pada saat yang sama, makna tersebut ditarik lebih luas menjadi proses pergulatan menghadapi dan menundudukan hawa nafsu. Ditambahkan sekali lagi oleh Cendekiawan Muslim tersebut, bahwa manusia tidak ada (maujudnya) kecuali dengan kehendak (kemauan).

“Manusia itu kedudukannya selaras dengan cita-citanya, dengan kemauannya. Kalau kemauannya rendah maka posisi orang itu sebenarnya rendah. Tapi kalau cita-citanya besar, maka orang itu pada posisi sebagai orang besar,” tegas Saad.

Dalam konteks ini, jumbuh dengan proses penempaan diri sejak dini. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengilustrasikan dengan latihan berpuasa pada saat masih anak-anak.

Yang hal demikian, menjadi pembiasaan positif anak-anak untuk belajar puasa, sampai kemudian benar-benar kuat menjalani selama 1 hari penuh.

“Dari situ proses pendidikan, tarbiyatun lil-irādah diajarkan. Sehingga akhirnya kita menghadapi bulan puasa itu dengan mudah, gampang,” ujar Saad, Ahad (21/2) di TvMu Channel program Tausiyah Kiai Saad Ibrahim.

Semua itu meniscayakan jangkar pendidikan, yang membuat puasa dari yang berat, menjadi lebih mudah dan terbiasa. “Karena proses pendidikan itu sudah ada,” jelas Saad.

Dan, tak pelak, semua hal yang didamba, akan berhasil diwujudkan manakala ditopang dengan kemauan (iradah). Ini, lanjut Saad, yang mesti dijadikan pijakan utama bagi semua orang, lebih-lebih umat Islam, pada khususnya.

“Karena iradah itulah milik manusia. Lalu manusia melaksanakan satu langkah, langkah kedua, ketiga, keempat, maka itu adalah urusan Allah,” pungkas Saad. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BARCELONA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY / terakreditasi “Ungg....

Suara Muhammadiyah

25 April 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Pusat dalam rangkaian Olimpiade Ahmad Da....

Suara Muhammadiyah

7 March 2024

Berita

Tantangan pendidikan dasar semakin kompleks, terutama dalam menghadirkan pembelajaran yang adil dan ....

Suara Muhammadiyah

25 August 2025

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta....

Suara Muhammadiyah

27 June 2025

Berita

Bincang Sumpah Pemuda IPM Jateng  SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Ikatan Pelajar Muhammadiyah J....

Suara Muhammadiyah

29 October 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah