Khutbah Jum’at: Mengelola Rasa Kecewa

Suara Muhammadiyah

8 October 2026

326
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Khutbah Jum’at: Mengelola Rasa Kecewa

Oleh: Diyan Faturahman, Kepala Asrama Putra PERSADA UAD

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه . اَللّٰهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. فَيَا عِبَادَاللهُ اُوصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَاالله . اِتَّقُواللهَ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْن . أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ . يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

 

Jamaah Jum’at Rahimakumullah,

Dalam hidup ini, hampir tidak ada manusia yang tidak pernah mengalami perasaan kecewa. Sebab kecewa itu manusiawi. Kita sudah berharap, kita sudah merencanakan, kita sudah berusaha, namun hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Di titik itu, hati kita pastilah terasa berat. Namun, Allah Swt. dengan kasih sayang-Nya sudah mengingatkan dalam Al-Qur’an jauh-jauh hari:

اَمْ لِلْاِنْسَانِ مَا تَمَنّٰىۖ فَلِلّٰهِ الْاٰخِرَةُ وَالْاُوْلٰى ࣖ 

“Apakah manusia akan mendapatkan segala yang diinginkannya? (Tidak). Maka milik Allah-lah kehidupan akhirat dan dunia.” (QS. An-Najm: 24–25)

Ayat ini memiliki pesan yang sangat dalam. Seakan membisikan pada kita, silakan saja memiliki bermacam harapan dan keinginan, namun ketahulilah bahwa tidak semua yang diinginkan akan Allah berikan begitu saja. 

Jamaah Jum’at Rahimakumullah,

Manakala kecewa timbul karena tidak sesuai keinginan, maka bagi orang-orang yang beriman telah memiliki pelita dan penawar atas rasa kecewa yang timbul itu, di antaranya QS At-Tagabun: 11, 

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ 

“Tidaklah suatu musibah terjadi kecuali dengan izin Allah. Barang siapa beriman kepada Allah (menjalani musibah dengan keimanan), niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Tagabun: 11)

Ini berarti, orang beriman itu hatinya akan dituntun, tidak dibiarkan hancur oleh keadaan,  karena Allah akan membimbing hatinya untuk bisa ridha dan menerima ketetapan-Nya. Lalu bagaimana cara kita mengelola kecewa?

Pertama, belajar qanaah. Qanaah adalah merasa cukup dengan apa yang Allah berikan, tentunya setelah berusaha maksimal. Qanaah bukan berarti berhenti berjuang atau pasrah tanpa usaha. Tetapi berusaha maksimal, menerima hasil dengan lapang, lalu bangkit lagi dengan lebih baik.

Misalnya, seseorang yang sudah berhasil membangun unit usaha/ bisnis dengan omset belasan juta, lantas merasa puas dan berhenti. Tentu qanaah yang dimaksud bukan demikian. Jika ia jujur dan benar dalam usahanya, tentulah ia bersyukur kemudian terus meningkatkan pencapaiannya.

Dalam urusan akhirat, Al-Qur’an memberikan pesan motivasi antara lain: “… untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba (QS. Al-Muthaffifin: 26)”. 

… وَفِيْ ذٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنٰفِسُوْنَۗ 

Akhirat tidak melulu soal amalan ibadah mahdhah, di samping itu manakala ada hamba Allah yang bekerja keras menjemput karunia, seperti uang misalnya, lalu dengannya ia lebih mudah membantu orang dengan infaknya, memberikan lapangan kerja yang halal, maka itu juga termasuk amalan Akhirat. 

Maka, jika demikian halnya, bagi yang memiliki kemampuan dan kapabilitas dalam berwirausaha misalnya, berlomba-lomba dalam hal ini adalah sesuatu yang dibenarkan. Berlomba untuk memberikan kebermanfaatan yang seluas-luasnya bagi hamba Allah yang lain. Demikian itulah kiranya qanaah yang dimaksud.

Jamaah Jum’at Rahimakumullah,

Kalau hati selalu merasa kurang dan tidak pernah puas (dalam makna yang positif), hidup akan terasa sempit, mudah gelisah, mudah kecewa, dan mudah putus asa. Sebaliknya, orang yang qanaah hidupnya akan lebih tenang, lebih stabil dan cenderung lebih kuat dalam menghadapi ujian.

Kedua, mencari hikmah di balik kejadian. Bahwasanya Allah Swt. memiliki nama dan sifat yakni Al-Hakim yang berarti Maha Bijaksana. Manakala seorang hamba diberikan ujian (baik sesuatu yang menyusahkan atau menyenangkan), termasuk ketika menjadikan seseorang kecewa, tentu di dalamnya tidak asal-asalan, melainkan penuh dengan kebijaksanaan.

Sehingga, ketika kecewa itu datang, jangan hanya bertanya: “Kenapa ini terjadi?”. Tapi coba ubah menjadi: “Apa yang Allah ingin ajarkan dari kejadian ini?”. Karena boleh jadi Allah Swt ingin agar hamba tersebut diminta lebih kreatif, inovatif, lebih sabar, lebih tekun, lebih matang dalam mengambil keputusan, atau lebih dekat kepada Allah sendiri.

Dari sinilah akan lahir sikap optimis. Lahir kemudian cara bekerja keras dengan jujur, semangat menjemput rezeki yang halal, dan sigap dalam membantu sesama. Jika mampu Qanaah dan pandai menemukan hikmah, maka Insyaallah rasa kecewa itu tidak akan sampai membuatnya hancur.

Allah tegaskan dalam QS. Al-Hadid: 23,

لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلٰى مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوْا بِمَآ اٰتٰىكُمْ ۗوَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۙ 

… supaya kamu jangan (terlalu sedih) berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa (kesenangan) yang diberikan-Nya kepadamu. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.

بَارَكَ الله ُلِى وَلَكُمْ فِي اْلقُرْاَنِ اْلعَظِيمِ  وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِاْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمِ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَنَا وَاِيَّكُمْ عِبَادِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَاَدَّبَنَا بِالْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ الَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. َاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلٰئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِىِّ ۚ يٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوْاصَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ . اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ . رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ . رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .

 

 عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Sumber: Majalah SM Edisi 14/2026


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Kesengsaraan Orang Kafir Oleh: Mustofa, Anggota PRM Sedayu, Magelang إِنَّ الحَمْدَ �....

Suara Muhammadiyah

31 October 2024

Khutbah

Memelihara Fithrah dan Tugas-Tugas Mulia Manusia  Oleh : Dr. Drs. Immawan Wahyudi, MH, Dosen F....

Suara Muhammadiyah

9 April 2024

Khutbah

Khutbah Jum’at: Di Balik Kemarau, Rahmat Allah Dinanti Oleh: Muhammad DN, S.Ag, MHI, Ketua PD....

Suara Muhammadiyah

20 August 2026

Khutbah

Oleh: Inggit Prabowo إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْ....

Suara Muhammadiyah

27 July 2023

Khutbah

Oleh: Ismet Pahlevi Guru Agama dan Mubhalig Muhammadiyah Kepulauan Anambas اَلْحَمْدُ ل....

Suara Muhammadiyah

28 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah