Kuda Pacu Ramadhan dan Pailit

Suara Muhammadiyah

28 March 2025

1250
Sapto Suhendro, S.Ag, M.Pd. Ketua PDM Pemalang

Sapto Suhendro, S.Ag, M.Pd. Ketua PDM Pemalang

Kuda Pacu Ramadhan dan Pailit

Sapto Suhendro, S.Ag, M.Pd. Ketua PDM Pemalang

Bulan Ramadhan tahun ini hampir selesai. Bulan penuh ampunan, bulan shiyam, bulan turunnya Al-Qur’an dan bulan yang terdapat satu malam bernilai pahala lebih dari pada seribu bulan akan meninggalkan kita. Waktu berlalu demikian cepatnya. Kita patut bersyukur bahwa Allah Yang Maha Penyayang memberikan kesempatan agar kita mendapatkan ampunan di bulan suci ini. Namun bagaimana kesempatan berharga yang tinggal beberapa hari ini bisa kita maksimalkan dalam mengisinya sekaligus menyambut bulan berikutnya Syawwal, agar kesempurnaan Ramadhan bisa kita raih?

Al-Imam Ibnu Al-Jauziy rahimahullah berkata, “Seekor kuda pacu jika sudah berada mendekati garis finish, dia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan, karena itu, jangan sampai kuda lebih cerdas darimu.  Sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya.Karena itu, ketika kamu termasuk orang yang tidak baik dalam penyambutan, semoga  kamu bisa melakukan yang terbaik saat perpisahan.”

Ibarat kuda pacu, maka di akhir Ramadhan ini kita lebih giat lagi dalam memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Yang sudah berlalu, kita perbaiki. Yang tersisa kita maksimalkan dengan segenap anugerah kemampuan yang Allah SWT berikan kepada kita. Maksimal Sholatnya, maksimal membaca Al-Qur’annya, maksimal infaq-shodaqohnya dan maksimal berbuat kebaikannya. Dengan demikian, kita mampu mengakhiri Ramadhan tahun ini tanpa penyesalan di hari kemudian. Karena belum tentu kita diberikan kesempatan bertemu dengan Ramadhan yang akan datang. Setelah tuntas ibadah Ramadhan, maka kita tutup dengan berzakat fitrah sebagai sarana untuk menyucikan jiwa dan penyempurna ibadah Ramadhan.

Jika kita perhatikan rentetan ibadah dalam bulan Ramadhan, dari puasa, sholat taraweh, hingga zakat fitrah, kesemuanya itu merupakan hubungan vertical dengan Allah SWT. Hablun minAllah. Maka ketika hubungan dengan Allah SWT sudah baik, hubungan dengan sesama makhluq Allah khususnya manusia juga baik. Hablun minannas yang terus kita tingkatkan. 

Maka dari itu selesai Ramadhan dan memasuki bulan Syawwal, sudah selayaknya kita lebih meningkatkan hubungan baik dengan sesame manusia. Sehingga saling maaf-memaafkan dengan berbagai cara supaya kita jadikan sebagai agenda penting, seperti saling berkunjung ataupun dikemas dengan acara Halal Bihalal.

Jangan sampai kita termasuk orang yang bangkrut atau pailit sebagaimana dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, "Tahukah siapa orang yang bangkrut?" Mereka menjawab, "Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak mempunyai dirham dan barang dagangan."

Rasulullah SAW lalu bersabda, "Orang yang bangkrut adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat, sedangkan ia telah mencaci Fulan, mendustakan Fulan, memakan harta Fulan, membunuh Fulan, dan memukul Fulan sehingga (kesalahannya) ini diambil dari kebaikannya, dosa ini diambil dari kebaikannya sehingga setelah kebaikannya habis sebelum diputuskan kepadanya, lalu keburukan mereka diambil dan ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka." (HR Muslim dan Turmudzi)

Hadis ini menegaskan perintah untuk menjaga hubungan baik sesama manusia. Seseorang yang giat beribadah seperti sholat, puasa, sedekah, dan lain sebagainya-pun, apabila menyakiti sesama manusia akan banyak dituntut oleh orang yang pernah ia sakiti kelak hingga pahalanya habis.

Akhirnya kita memohon kepada Allah SWT., semoga diberikan kesehatan, kekuatan dalam ‘memacu kuda’ di akhir Ramadhan ini, sehingga ampunan, keberkahan kita dapatkan dan predikat insan bertaqwa layak melekat pada diri kita. Semoga kita juga diberikan kemampuan untuk menyeimbangkan hubungan baik kepada Allah selaras dengan hubungan baik kepada manusia. Allahu-a’lam Bish-showab.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Menguatkan Pijakan Ideopolitor untuk Masa Depan Muhammadiyah Oleh Bahrus Surur-Iyunk, Kader Mu....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Wawasan

Oleh: Herman Oesman, Dosen Sosiologi FISIP UMMU Di tengah krisis kepemimpinan yang melanda banyak s....

Suara Muhammadiyah

18 May 2025

Wawasan

Membaca al-Jawbarī: Menajamkan Nalar, Melucuti Kesaktian Oleh: A.R. Bahry Al Farizi, Koordinator J....

Suara Muhammadiyah

6 December 2025

Wawasan

In Memoriam Paus Francis dalam Refleksi Seorang Kader Muhammadiyah  Oleh: Mansurni Abadi, Mant....

Suara Muhammadiyah

27 April 2025

Wawasan

Refleksi Filosofis Candu Judi Online: Kenikmatan Perbuatan Maksiat Oleh: Muzdakir Muhlisin, M.Phil.....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah