Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sragen, H. Fatchur Rochman, M.Pd.I. (kanan), menyerahkan piagam penghargaan peringkat ke-3 perolehan Nilai TKA Terbaik se-Jawa Tengah kepada Kepala MA DIMSA Sragen, Fuad Ibrahim (kiri), saat apel pagi di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Sragen, Senin (5/10/2026).
SRAGEN, Sragen Suara Muhammadiyah – Madrasah Aliyah (MA) Darul Ihsan Muhammadiyah (DIMSA) Sragen menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat ketiga perolehan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) terbaik se-Jawa Tengah. Atas capaian tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada MA DIMSA Sragen.
Piagam penghargaan diserahkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, H. Fatchur Rochman, M.Pd.I., kepada Kepala MA DIMSA Sragen, Fuad Ibrahim, saat apel pagi di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Sragen, Senin (5/10).
Fatchur Rochman menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi MA DIMSA Sragen menunjukkan bahwa madrasah mampu membangun tata kelola pendidikan yang menghasilkan capaian akademik tinggi.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi tinggi jajaran kepemimpinan serta keluarga besar MA Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen. Terima kasih telah membawa dan mengharumkan nama baik Kementerian Agama Kabupaten Sragen di tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ujar Fatchur Rochman.
Menurut Fatchur, prestasi tersebut semakin menarik karena MA DIMSA Sragen tergolong madrasah yang relatif muda. Madrasah ini bahkan baru meluluskan angkatan keduanya.
“Prestasi MA DIMSA Sragen ini perlu menjadi penyemangat bagi yang lain. Meskipun masih tergolong muda, bahkan baru meluluskan angkatan keduanya, hal itu bukan penghalang untuk berkompetisi dengan sekolah dan madrasah yang telah lebih dahulu berkembang,” tambah Fatchur Rochman.
Sementara itu, Kepala MA DIMSA Sragen, Fuad Ibrahim, mengatakan pihaknya terus mengembangkan kultur pendidikan yang memadukan penguatan keislaman dengan kompetensi akademik. Para siswa tidak hanya diarahkan memiliki karakter dan pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga dipersiapkan untuk mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun global.
“Kami terus mengembangkan kultur pendidikan yang memadukan penguatan keislaman dengan kompetensi akademik. Para siswa tidak hanya diarahkan memiliki karakter dan pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga dipersiapkan untuk mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun global,” kata Fuad.
Menurut Fuad, salah satu program yang dikembangkan adalah bimbingan terarah untuk studi lanjut. Melalui program tersebut, para siswa mendapatkan pendampingan secara intensif untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri favorit maupun perguruan tinggi ternama di luar negeri.
“Pembinaan dilakukan melalui berbagai kegiatan, antara lain pendampingan rutin, karantina belajar, dan tryout berkala. Pola pembinaan tersebut diarahkan untuk membangun kesiapan akademik sekaligus membentuk budaya belajar yang disiplin dan berorientasi pada pencapaian,” tambah Fuad.
Menurut Fuad, capaian TKA tersebut sekaligus memberikan pesan penting bahwa madrasah tidak harus menunggu tua untuk menjadi unggul. Dengan tata kelola yang baik, budaya akademik yang kuat, dan pembinaan yang konsisten, madrasah dapat tumbuh cepat dan bersaing dengan lembaga pendidikan yang lebih dahulu mapan.
Bagi MA DIMSA Sragen, capaian peringkat ketiga Jawa Tengah tersebut bukan sekadar penghargaan. Prestasi itu menjadi bukti bahwa madrasah yang masih relatif muda pun dapat membangun budaya akademik yang kompetitif apabila dikelola dengan serius dan konsisten.
“Apa yang kami lakukan ini sejalan dengan semangat pelaksanaan TKA yang dirancang pemerintah sebagai instrumen untuk memperoleh gambaran capaian akademik peserta didik secara lebih terukur. Karena itu, hasil TKA juga menjadi salah satu cermin penting untuk melihat bagaimana proses pembelajaran berlangsung di madrasah kami,” tambahnya.
Prestasi MA DIMSA Sragen di tingkat Jawa Tengah mendapat respons positif dari Unang Rahmat, salah satu Pengurus Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah. Menurut Unang, prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MA DIMSA Sragen, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi madrasah lain di Jawa Tengah.
“Saya ikut bangga dengan prestasi MA DIMSA Sragen ini. Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi keluarga besar madrasah, tetapi juga menjadi contoh bahwa madrasah memiliki ruang yang sangat terbuka untuk tampil sebagai kekuatan penting dalam peningkatan mutu pendidikan nasional,” kata Unang Rahmat.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi fondasi bagi kemajuan MA DIMSA Sragen di masa depan.
“Dengan prestasi ini, MA DIMSA Sragen sudah bisa menunjukkan di mana kekuatan dan keunggulannya. Karena itu, saya berharap MA DIMSA Sragen semakin berkembang dan menjadi salah satu pilihan para orang tua dalam memilih lembaga pendidikan bagi anak-anaknya,” imbuhnya.

