Mencium Hajar Aswad dan Masalahnya

Suara Muhammadiyah

30 May 2026

540
Haji

Haji

Mencium Hajar Aswad dan Masalahnya 

Oleh: Buya Anwar Abbas

Mencium hajar aswad memang merupakan praktek yang dilakukan Nabi. Umar bin Khattab ketika mencium batu hitam tersebut berkata kalau Nabi tidak menciummu maka aku juga tidak akan menciummu. Tetapi karena Nabi menciummu maka akupun melakukannya kata Umar.

Mencium hajar aswad pada masa dahulu tentu tidak terlalu sulit karena jumlah jamaah umroh dan haji pada waktu itu belum begitu banyak.

Berbeda halnya dengan masa sekarang, dimana jumlah jamaah hajinya sekitar 4 juta orang dan umumnya menginginkan dapat mencium hajar aswad. Sehingga akibatnya para jamaah baik laki-laki maupun perempuan di samping berebut juga berdesak-desakan bahkan tidak jarang terjadi sikut-sikutan dan dorong-dorongan.

Bahkan tidak jarang kita lihat jamaah umroh atau haji perempuan terjepit diantara jamaah laki-laki yang sama-sama ingin untuk mencium hajar aswad. Sehingga sangat sering kita lihat terjadi hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim dan muslimah apalagi di depan ka'bah yang merupakan rumah Tuhan.

Untuk itu kita menghimbau pemerintah Arab saudi agar mengatur dan menertibkan tata cara mencium hajar aswad ini dengan baik apalagi untuk jamaah perempuan.

Jangan sampai mereka berdesak-desakan dan disikut atau tersikut oleh jamaah laki-laki. Untuk itu mungkin bagi terciptanya kemaslahatan dan kekhusyukan dalam pelaksanaan thawaf baik untuk umroh maupun haji. Maka sebaiknya Pemerintah Saudi perlu menentukan waktu atau jam-jam khusus bagi kaum perempuan untuk berkesempatan mencium hajar aswad dengan mendaftar terlebih dahulu.

Di luar waktu dan jam yang sudah ditentukan, kaum perempuan tidak boleh masuk ke jalur tersebut sehingga mereka tidak harus berdesak-desakan dengan kaum laki-laki seperti yang kita lihat selama ini. Juga pada waktu-waktu yang jamaahnya sangat padat, mungkin sebaiknya kesempatan untuk mencium hajar aswad ditiadakan saja. Karena untuk mewujudkan keinginannya kita lihat tidak segan-segan melakukan hal-hal yang tidak baik dan tidak terpuji. Padahal kita tahu tanpa mencium hajar aswad, umroh dan haji yang kita laksanakan tetap sah dan tidak batal.

Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Empat Pilar Keilmuan di Balik KHGT Oleh : Rusydi Umar, Dosen S2 Informatika, UAD, Anggota MPI PPM (....

Suara Muhammadiyah

18 July 2026

Wawasan

Meneladani Akhlak Manusia Agung dalam Kehidupan di Era Digital Oleh: Rumini Zulfikar Setiap tangga....

Suara Muhammadiyah

3 October 2023

Wawasan

Jangan Biarkan Israel Hancurkan RS Indonesia di Gaza (29 November, Hari Solidaritas Terhadap Rakyat....

Suara Muhammadiyah

8 December 2023

Wawasan

Sudahkah Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur? Oleh: Yoan Pramoga, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

19 August 2026

Wawasan

Dari Sudut Kecil Arena Tanwir: Muhammadiyah Mendapat Apresiasi Oleh: Syafrudin Anhar (Ketua MEK PP ....

Suara Muhammadiyah

5 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah