Menorehkan Tinta Sejarah dalam Kehidupan

Suara Muhammadiyah

1 October 2026

142
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Menorehkan Tinta Sejarah dalam Kehidupan

Oleh: Rumini Zulfikar (GusZul), Penasehat PRM Troketon, Pedan, Klaten

“Setiap manusia mempunyai cara dan masanya dalam memberikan sebuah nilai yang akan ditorehkan dalam sejarah.”

Hidup ini memberikan ruang waktu serta kesempatan pada umat manusia dalam membangun peradaban di dunia ini. Karena dengan membangun peradaban itulah manusia akan membangun sebuah kultur budaya yang akan memberikan value dalam kehidupan ini.

Sebuah peristiwa dan pengalaman yang berharga yang pertama ketika bagi penulis (GusZul) menerima undangan dari Madrasah Tsanawiyah Negeri 04 Klaten sebagai Anggota Komite Madrasah 2023–2026 dengan SK dari Kepala Madrasah bernomor 85/03/2023. Penulis mewakili dari wali murid karena sang anak sekolah di Madrasah dan didapuk di bidang pelayanan mutu.

Dan tahun 2026 merupakan akhir masa jabatan sebagai Anggota Komite Madrasah.

Pada kesempatan dari Madrasah diwakili Kepala Madrasah mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama, kolaborasi, sinerginya, suportnya dalam rangka untuk memajukan pendidikan di Madrasah.

Dalam sambutan tersebut mengatakan bahwa apa yang telah dikerjakan ini merupakan bentuk dari sebuah pengabdian, perjuangan, dari semua stock holder di Madrasah yaitu Kepala Madrasah beserta stafnya, komite serta dari wali murid di Madrasah Negeri 04 Klaten mempunyai peran dan kontribusi yang sangat besar.

Setelah acara ramah tamah selesai dan ketika penulis membuka sebuah tas jinjing, penulis melihat sebuah tanda penghargaan dari pihak Madrasah, sebuah ungkapan tanda penghargaan kepada seluruh anggota yang memasuki “Purna Tugas Secara Struktural”. Dari sinilah maka yang menjadi pelajaran berharga adalah bagaimana kita belajar untuk memberikan kemanfaatan untuk di sekeliling kita. Dan bagi penulis itu semuanya masih sedikit untuk memberikan kontribusi. Lewat pengabdian atas dasar ibadah pada-Nya.

Dan ini merupakan bagian dari sebuah nilai yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Yang berbunyi:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.

Bahwa berbuat baik merupakan sebuah perintah (anjuran) yang diperintahkan untuk umat manusia entah dalam keyakinan keagamaan yang berbeda-beda. Karena pada dasarnya setiap agama mengajarkan akan penting memberikan kemanfaatan, yang mana tidak memandang status ekonomi, sosial, agama, kelompok, golongan dan lain sebagainya. Itu semuanya akan mempunyai arti dari sebuah nilai-nilai:

  1. Pengabdian

Berdasarkan KBBI pengabdian adalah sebuah proses atau cara menyerahkan semuanya itu dengan sebuah ketulusan dan itu semuanya didasari dari akan rasa cinta, akan sebuah kesetiaan baik pada agama, orang tua, masyarakat, bangsa dan negara.

  1. Perjuangan

Adalah sebuah proses usaha dengan sungguh walaupun dengan halangan/hambatan, rintangan, tantangan untuk menggapai cita-cita yang mulia baik demi agama, masyarakat, bangsa, negara termasuk bagaimana para tokoh-tokoh pergerakan Islam sejak zaman Nabi Muhammad SAW. yang mana agar umat manusia agar terlepas dari kemujudan, kegelapan, kemunduran, kebodohan maka wahyu pertama kali turun adalah surat Al-‘Ala yaitu Iqra. Hal peranan perjuangan para tenaga pendidikan tidak bisa diremehkan atau tidak bisa dihapus karena di tangan para guru, kiai, ustaz inilah banyak umat tercerahkan.

  1. Penghargaan

Sebuah apresiasi apa yang telah diberikan dari seseorang atau tokoh untuk agama, masyarakat, bangsa, negara atau sebuah komunitas yang telah mendarmabaktikan pada agama, masyarakat, bangsa dan negara. Penghargaan bisa berupa benda (tanda jasa), nama gedung, nama jalan, bahkan sebuah buku, atau nonbenda (diabadikan) di dalam Al-Qur’an Nabi Ibrahim, Muhammad, Yusuf, Yunus, Lukman.

Jika kita menelisik dari itu semuanya maka sebuah pengabdian, perjuangan, akan mendapatkan sebuah penghargaan. Akan tetapi, yang lebih penting dan digarisbawahi adalah bahwa dalam kehidupan ini selain kita berguru pada sejarah, belajar pada sejarah, kita diharapkan menorehkan sejarah akan peradaban kita dengan sesuai kemampuan potensi yang kita miliki, untuk sebagai warisan atau legacy yang bisa diwariskan pada generasi yang akan datang.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Surga: Apakah Cukup dengan Identitas Agama di Kolom KTP? Oleh: Ahsan Jamet Hamidi, Ketua Ranti....

Suara Muhammadiyah

8 April 2025

Wawasan

Beriman dan Beramal Shalih Oleh: Suko Wahyudi, PRM Timuran Yogyakarta Iman merupakan perkara penti....

Suara Muhammadiyah

30 July 2024

Wawasan

Kekayaan Muhammadiyah Bukan Pada Asetnya, Melainkan Kesederhanaan Pemimpinnya Oleh: Moh Ramli, Pen....

Suara Muhammadiyah

25 November 2025

Wawasan

Post-Truth dan Tradisi Intelektual IMM yang Kian Memudar Oleh: Dwi Kurniadi, Kader PC IMM Sukoharjo....

Suara Muhammadiyah

7 August 2026

Wawasan

Pemilu 2024: Menghidupkan Kembali Spirit Jipolmu Oleh: Yandi Pada bulan maret 2018, PP.Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

14 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah