Musamus Papua, Tanda Kebesaran Sang Pencipta

Suara Muhammadiyah

13 March 2026

981
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Perjalanan rihlah dakwah Ramadan 1447 H yang dilakukan Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, di Merauke menghadirkan pengalaman yang tidak biasa. Di tengah perjalanan melintasi kawasan hutan dan savana khas Papua selatan, ia menyaksikan fenomena alam yang menakjubkan berupa deretan musamus—rumah rayap raksasa yang berdiri menjulang seperti menara tanah di tepian hutan.

Perjalanan dakwah tersebut didampingi oleh Pak Zaenal Arifin, Kepala Panti Muhammadiyah Merauke yang juga seorang polisi hutan. Saat melintasi kawasan hutan, Arifin sempat mengira bangunan-bangunan tanah yang berdiri tegak di sepanjang jalan itu sebagai candi-candi kecil yang muncul di tengah alam liar.

“Awalnya saya benar-benar heran. Dari kejauhan terlihat seperti deretan candi kecil di tengah hutan. Pemandangan itu sangat unik dan tidak biasa,” ujar Arifin mengenang pengalamannya, Jumat (13/3).

Namun Pak zaenal Arifin kemudian menjelaskan bahwa bangunan tersebut adalah musamus, sarang rayap raksasa yang menjadi salah satu fenomena alam khas wilayah Merauke.

Mendengar penjelasan tersebut, Arifin mengaku sangat takjub. Baginya, musamus menunjukkan betapa luar biasanya ciptaan Tuhan bahkan melalui makhluk yang sangat kecil.

“Subhanallah, makhluk kecil seperti rayap ternyata mampu membangun bangunan yang tinggi dan kokoh seperti menara. Ini mengingatkan kita bahwa alam semesta penuh dengan tanda-tanda kebesaran Allah bagi siapa saja yang mau berpikir,” katanya.

Secara ilmiah, musamus dibangun oleh koloni rayap yang jumlahnya dapat mencapai ratusan ribu bahkan jutaan ekor. Rayap-rayap tersebut mencampur tanah dengan air serta lendir yang mereka hasilkan sendiri, lalu menyusunnya sedikit demi sedikit hingga membentuk struktur keras yang mampu bertahan bertahun-tahun.

Yang lebih menakjubkan, di dalam musamus terdapat jaringan lorong-lorong yang kompleks dan sistem ventilasi alami yang mampu menjaga suhu dan kelembaban sarang tetap stabil meskipun kondisi di luar berubah. Sistem alami ini bahkan menjadi objek penelitian ilmiah dan menginspirasi konsep bangunan ramah lingkungan dalam dunia arsitektur modern.

Bagi Arifin, pengalaman tersebut bukan sekadar penemuan fenomena alam dalam perjalanan dakwah, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya merenungkan tanda-tanda kebesaran Tuhan di alam semesta. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (QS. Ali Imran: 190).

“Kadang kita mencari keajaiban di tempat yang jauh, padahal di alam sekitar kita sudah begitu banyak pelajaran. Dari rayap saja kita bisa belajar tentang kerja sama, ketekunan, dan keteraturan kehidupan,” tambahnya.

Menurut Arifin, pengalaman menyaksikan musamus di tengah perjalanan rihlah dakwah tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa dakwah tidak hanya hadir melalui mimbar ceramah atau forum kajian, tetapi juga melalui perenungan terhadap alam ciptaan Tuhan.

“Alam adalah ayat-ayat kauniyah yang terus mengajarkan manusia untuk berpikir dan bersyukur. Ketika kita merenungkan alam, sebenarnya kita sedang membaca tanda-tanda kebesaran Allah,” ujarnya.

Rihlah dakwah yang dilakukan LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah di tanah Papua tersebut merupakan bagian dari ikhtiar dakwah komunitas yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil dan perbatasan.

Di ujung timur Indonesia, di tengah hutan dan savana Merauke, perjumpaan dengan musamus menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Dari menara tanah yang dibangun oleh rayap-rayap kecil itu, Arifin menemukan pelajaran bahwa alam semesta adalah kitab terbuka yang terus mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan mengenal kebesaran Sang Pencipta.

Melalui perjalanan dakwah semacam ini, Muhammadiyah terus berupaya menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan menggembirakan, sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin dekat dengan nilai-nilai keimanan melalui refleksi terhadap kehidupan dan alam semesta.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Humaniora

Ramadan, Takwa, dan Amanah sebagai Khalifah di Bumi Oleh: Hening Parlan, Wakil Ketua MLH PP Muhamam....

Suara Muhammadiyah

9 March 2026

Humaniora

Sajadah Kirman  Cerpen Ichsan Nuansa Asyhadu al Laa Ilaaha Illallah... Suara adzan Rido melun....

Suara Muhammadiyah

26 April 2024

Humaniora

In Memoriam: Prof Dr Muhammad Siri Dangnga: Teguh dalam Pengabdian, Tekun Jalankan Amanah Oleh : Ha....

Suara Muhammadiyah

15 April 2026

Humaniora

Sate Klathak Pak Bari; Menikmati Sate di Tengah Pasar Tradisional Oleh: Khafid Sirotudin, ....

Suara Muhammadiyah

7 August 2025

Humaniora

Sang Burung Pipit; Dari Ruh Para Syuhada (2) Oleh Babay Parid Wazdi, Kader Muhammadiyah & Akti....

Suara Muhammadiyah

29 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah