Ramadhan di Negeri Gajah Putih: Mahasiswa UM Metro Tetap Semangat Berpuasa dan Tarawih saat International Internship
THAILAND, Suara Muhammadiyah – Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) yang sedang menjalani program international internship di Thailand tetap menunjukkan semangat dan komitmen dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan meskipun berada di luar negeri.
Mereka adalah Fadhila Sihombing, Muhammad Arya Tama, dan Balqis Faradila Rahma S.
Dalam program tersebut, Fadhila Sihombing melaksanakan magang di Suksawat Wittaya School yang berada di Distrik Yaha, Provinsi Yala bagian selatan Thailand, Muhammad Arya Tama menjalani internship di Lukmanul Hakeem Islamic School yang berlokasi di wilayah pendidikan Islam selatan Thailand, dan Balqis Faradila Rahma S ditempatkan di Charoensart Wittaya School di Provinsi Narathiwat – kawasan selatan yang dikenal dengan komunitas pendidikan Islamnya .
Penempatan di berbagai institusi pendidikan ini memberikan pengalaman yang beragam dalam lingkungan akademik internasional.
Program magang internasional ini menjadi kesempatan berharga bagi para mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional di lingkungan global. Selain mendapatkan pengalaman kerja lintas budaya, mereka juga belajar beradaptasi dengan sistem kerja, bahasa, serta budaya masyarakat setempat.
Menariknya, di tengah kesibukan aktivitas magang, ketiganya tetap istiqamah menjalankan ibadah puasa. Tampak dalam dokumentasi yang dibagikan, foto kebersamaan saat sedang berbuka puasa di Thailand dengan hidangan sederhana namun penuh makna.
Selain itu, terlihat pula momen setelah selesai melaksanakan salat tarawih, di mana mereka mengabadikan kebersamaan sebagai bentuk semangat menjalani Ramadan di perantauan. Suasana penuh kekeluargaan dan kehangatan begitu terasa meskipun berada jauh dari tanah air.
Fadhila Sihombing menyampaikan bahwa menjalani Ramadan di luar negeri memberikan pengalaman spiritual yang berbeda. “Ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Walaupun sebagai minoritas, kami tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman dan saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Muhammad Arya Tama. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah mengatur waktu antara pekerjaan dan ibadah. “Kami belajar disiplin dalam membagi waktu. Justru di sini kami semakin menghargai kebersamaan dan makna Ramadan,” katanya.
Sementara itu, Balqis Faradila Rahma S menambahkan bahwa pengalaman ini membentuk kemandirian dan rasa tanggung jawab yang lebih besar. “Program international internship bukan hanya tentang pengalaman kerja, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga identitas dan nilai-nilai keislaman di mana pun berada,” ungkapnya.
Program international internship ini merupakan bagian dari komitmen UM Metro dalam mendorong mahasiswa untuk memiliki daya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai religius dan karakter Islami. Melalui pengalaman ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki ketangguhan spiritual.
Keikutsertaan mahasiswa UM Metro dalam program magang internasional ini sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda mampu beradaptasi di kancah internasional, membawa nama baik institusi, serta tetap menjaga semangat ibadah di bulan suci Ramadhan. (Hum/Naf)

