Puasa sebagai Benteng Penjaga Nilai Kehidupan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
140
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Humas Unisa Yogyakarta

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Humas Unisa Yogyakarta

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tujuan utama dari pelaksanaan ibadah puasa dengan gamblang dikemukakan Tuhan, agar menjadikan manusia bertakwa. Penekanan ini tersebut di dalam Qs al-Baqarah [2] ayat 183.

Di lain sisi, merujuk pandangan Al-Ghazali, sebut Abdul Mu’ti, secara spesifik ada lima tujuan selain dari proses pembentukan takwa.

Pertama, hifdzu ad-diin (menjaga agama). Implikasi dengan ibadah puasa sebagai upaya untuk merawat keberagamaan.

“Kita konsisten sebagai umat Islam, sebagai kaum beriman melaksanakan ajaran agama,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut, menyebut berikutnya, menyelamatkan dan melindungi agama.

“Kalau kita melaksanakan ibadah puasa, maka agama itu akan tetap terpelihara dan akan tetap eksis di muka bumi,” katanya, dalam Jendela Ramadan di TvMu, Kamis (19/2).

Kedua, hifdzu aql (melindungi akal). Mu’ti menyebut, puasa sebagai sarana kesempatan untuk menjaga kecerdasan manusia.

Demikian juga, yang ketiga, hifdzu An-nafs (melindungi kehidupan). Dengan kita berpuasa, menjadi sarana membentuk kepribadian manusia berakhlak mulia.

Ciri utama dari manusia berakhlak mulia, lanjut Mu’ti, adalah orang yang mampu menjaga keselamatan diri sendiri, keselamatan orang lain, “bahkan kemudian juga kelestarian alam semesta,” lanjut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu.

Keempat, hifdzu an-nasl (menjaga keturunan). Maknanya, manusia harus mampu menjaga hereditas (penurunan sifat genetik dari orang tua ke anak).

“Menjaga agar kita ini senantiasa melindungi kehormatan kita, melindungi keluarga kita, melindungi harta kita,” terangnya.

Kelima, hifdzu al-maal (menjaga harta). Ibadah puasa melatih umat Islam untuk tidak serampangan mengambil harta milik orang lain dan yang bukan menjadi haknya.

Dengan begitu, “Kita semuanya memperoleh rezeki dengan cara yang halal. Memperoleh rezeki dengan cara-cara yang dibenarkan oleh Allah,” tegas Mu’ti. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Keberadaan media sosial yang ada di mana-mana menawarkan saluran....

Suara Muhammadiyah

15 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Magister Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universit....

Suara Muhammadiyah

9 September 2025

Berita

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Rakernas AFEB PTMA 2024 yang berlangsung selama satu hari penuh pada Ra....

Suara Muhammadiyah

1 August 2024

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah – Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Kota Payakumbuh, Sumatera ....

Suara Muhammadiyah

10 August 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Ketua PDM Bantul Arbariksawan Qomaru dan Wakil Ketua Pimpinan Cabang Mu....

Suara Muhammadiyah

10 March 2024