UM Bandung Inisiasi Training for Teacher Membaca Metode Al-Barqy

Suara Muhammadiyah

31 August 2026

182
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menyelenggarakan kegiatan Training for Teacher (TFT) Baca Al-Qur'an dan Baca Latin Metode Al-Barqy pada Kamis (27/08/2026). Acara tersebut berlangsung di Aula Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Pelatihan ini ditujukan kepada para penggiat Al-Qur'an yang terdiri atas guru TK, guru ngaji madrasah dan SD, pimpinan majelis taklim, hingga pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat.

Kepala Desa Santosa Tata Witarsa menyambut baik dan mengapresiasi penuh penyelenggaraan pelatihan ini di wilayahnya.

"Kami berharap metode ini bisa diterapkan langsung kepada masyarakat. Khususnya bagi yang belum bisa membaca Al-Qur'an dan latin. Agar dengan kemampuan membaca tersebut mereka dapat mengakses berbagai ilmu dan pengetahuan yang lebih luas," ungkap Heri.

Hadir sebagai pemateri yakni dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UM Bandung Rahmat Alamsyah.

Ia menjelaskan bahwa agenda ini dirancang untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani masalah Anak Tidak Sekolah (ATS).

"Pemerintah Pemprov Jabar bersinergi dengan kegiatan KKN UM Bandung untuk mendata anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, ataupun yang tidak melanjutkan sekolah," ujar Rahmat yang juga bertugas di Bidang Pembinaan Muallaf MUI Jawa Barat.

Rahmat menerangkan bahwa "Al-Barqy" memiliki arti kilat. Metode ini menggunakan teknik mengingat huruf melalui asosiasi kalimat sehingga sangat mudah diikuti oleh pemula.

"Metode ini dirancang agar peserta bisa cepat mengerti dan membaca. Bahkan diproyeksikan hanya membutuhkan waktu 8 jam untuk bisa membaca Al-Qur'an dan 6 jam untuk bisa membaca latin atau koran," urainya menjelaskan efisiensi metode tersebut.

Ia menambahkan bahwa penguasaan metode Al-Barqy menjadi sarana pendukung yang efektif untuk membekali para pendidik di tingkat desa.

"Pelatihan metode Al-Barqy ini fokus pada kemampuan belajar baca Al-Qur'an dan baca latin sebagai penunjang utama keberhasilan program penanganan ATS di lapangan," terangnya.

Melalui sinergi pengabdian masyarakat ini, pihak kampus berharap agar keterampilan yang diperoleh para peserta dapat memberantas buta aksara latin dan Al-Qur'an secara meluas.

"Kami ingin hadirnya program ini dapat mewujudkan Jawa Barat yang bebas buta baca Al-Qur'an dan latin sekaligus merangkul kembali anak-anak agar mendapatkan hak pendidikannya," tandasnya.

Selain Kepala Desa, masyarakat, hadir juga dalam kegiatan ini Ketua MUI Kecamatan Kertasari Asep Heri Irawan. Dalam sambutannya, Heri dan pengurus MUI juga sangat mengapresiasi kegiatan positif ini.

Kepanitiaan kegiatan, mulai dari pendataan peserta, pengurusan surat-menyurat dengan pihak desa dan MUI, hingga pelaksanaan kegiatan, diinisiasi dan dijalankan oleh mahasiswa KKN. Sementara itu, kebutuhan buku, konsumsi, dan akomodasi kegiatan didukung melalui bantuan dari para donatur.*(FK/FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Kesibukan bukanlah alasan untuk berhenti belajar. Pesan itulah y....

Suara Muhammadiyah

29 July 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

12 October 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) melalui Program Studi Prof....

Suara Muhammadiyah

31 July 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Komunitas Stroker (Penyintas Stroke) melakukan jalan kaki sejauh ....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah- Gerakan Subuh Mengaji (GSM) yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Agustus 2....

Suara Muhammadiyah

22 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah