BEKASI, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID) menghadirkan pendekatan baru dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026/2027. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, KKN kali ini difokuskan pada penguatan Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah (CRM-Mu) sebagai basis utama gerakan dakwah Persyarikatan.
Wakil Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, Muhammad Dai, menegaskan bahwa penguatan Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah merupakan langkah strategis untuk menghidupkan dakwah Muhammadiyah di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Menurutnya, CRM-Mu merupakan inti dari gerakan Muhammadiyah. Karena itu, keterlibatan perguruan tinggi melalui program KKN menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas organisasi di tingkat akar rumput.
"KKN ini diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sekaligus mengelaborasi potensi yang dimiliki cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah agar mampu menggerakkan dakwah persyarikatan secara lebih efektif," ujar Muhammad Dai, Jum'at (7/8).
Ia menjelaskan, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi memiliki karakteristik yang khas sebagai kawasan penyangga ibu kota sekaligus salah satu pusat pertumbuhan industri terbesar di Indonesia. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan dakwah Muhammadiyah.
Menurutnya, dinamika masyarakat perkotaan yang tinggi membutuhkan inovasi dan gagasan segar agar gerakan dakwah tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan Persyarikatan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Muhammad Dai berharap UM.ID dapat menjadi bagian dari solusi dalam menjawab berbagai tantangan dakwah di wilayah Bekasi melalui kontribusi nyata mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Pada periode KKN tahun ini, sebanyak 281 mahasiswa diterjunkan ke lapangan. Mereka berasal dari lima fakultas, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan, serta Fakultas Psikologi dan Humaniora.
Selama masa pengabdian, para mahasiswa akan ditempatkan di 14 Cabang Muhammadiyah yang tersebar di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Mereka akan mendampingi cabang, ranting, dan masjid dalam memetakan persoalan, mengembangkan potensi lokal, serta merancang program-program pemberdayaan yang mendukung penguatan dakwah Persyarikatan.
Program KKN berbasis CRM-Mu ini diharapkan tidak hanya menjadi wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga melahirkan sinergi yang produktif antara UM.ID dengan Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah. Melalui kolaborasi tersebut, gerakan dakwah Muhammadiyah di tingkat akar rumput diharapkan semakin hidup, adaptif, dan mampu menjawab tantangan masyarakat perkotaan yang terus berkembang.

