SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wagub Jateng), K.H. Taj Yasin Maimoen, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah strategis Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Muhammadiyah Semarang. Langkah inklusif yang sukses menyatukan jemaah lintas organisasi pada musim haji 2026 ini dinilai sebagai wujud nyata penguatan kerukunan umat beragama dan stabilitas sosial di Jawa Tengah. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan akbar jemaah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Ahad (19/4/2026).
Gus Yasin—sapaan akrab Wagub Jateng—menegaskan bahwa kolaborasi antara ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam pembinaan haji memberikan rasa aman yang tulus kepada masyarakat. Menurutnya, perbedaan simbol organisasi tidak boleh menjadi penghalang bagi terciptanya persatuan umat yang harmonis.
"Saya berharap dengan kolaborasi kerja sama dan memberikan pengayoman kepada masyarakat. Karena dua organisasi ini (Muhammadiyah & NU) dan organisasi-organisasi yang lain itu memiliki simbol, memiliki pembinaan, pendampingan terhadap masyarakat sendiri-sendiri. Maka ini harus semakin harmonis," ungkap Taj Yasin.
Ia juga menyoroti potret nyata toleransi akar rumput di wilayahnya. "Pasti harmonis. Kan saat ini juga harmonis di Jawa Tengah nggak ada masalah. Di masjid saya juga jemaahnya ada yang dari Muhammadiyah, ada yang dari NU, kita bersama-sama itu. Karena apa? Ibadah itu sebenarnya boleh dilakukan sesuai dengan mazhabnya," tambahnya.
Semangat inklusivitas ini ditegaskan kembali oleh Ketua Pelaksana Halalbihalal, Budi Martono, S.H., M.H. Ia menyebut pembinaan haji justru mengedepankan persaudaraan tanpa memandang latar belakang organisasi.
“Baju kita adalah KBIH Muhammadiyah. Biarpun di dalamnya kita bukan teman-teman Muhammadiyah saja, yang Nahdliyin banyak, tapi kita merawat dalam sebuah kesatuan. Di sana (Tanah Suci) kita sudah tidak bisa terkotak-kotak. Butuh kebersamaan, bukan perorangan, bukan superman, tapi super team yang harus kita lakukan,” tegas Budi Martono.
Untuk mendukung kelancaran keloter keberangkatan, Ketua LPHU Kota Semarang, Ahmad Furqon, melaporkan bahwa sebanyak 354 calon jemaah haji telah siap secara administratif dan fisik untuk diberangkatkan pada musim haji 2026 ini.
Sementara itu, Ketua PDM Kota Semarang, Dr. K.H. Fahrur Rozi, M.Ag., turut mendorong jemaah untuk memperkuat aspek kemandirian melalui pemanfaatan info haji digital. Ia mengingatkan bahwa jemaah haji modern tidak boleh hanya bergantung secara pasif pada petugas lapangan.
“Kita perlu menyiapkan baik-baik bekal diri kita agar bisa mandiri dan memanfaatkan teknologi yang ada," ujar Fahrur Rozi.
Melalui bimbingan komprehensif dari KBIHU Muhammadiyah Semarang, seluruh jemaah diharapkan tidak hanya mampu meraih predikat haji mabrur, tetapi juga menjadi duta kerukunan dan ukhuwah Islamiyah di Tanah Suci. (Rizqi Aulia/Agung)
