HAJI: Dari Pemurnian Misi Kenabian ke Revolusi  Kebangkitan

Suara Muhammadiyah

1 October 2026

154
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Lembaga Al Fahmu Institute secara resmi  menyelenggarakan acara Peluncuran dan Bedah Buku mahakarya terbaru karya pendiri Al  Fahmu Institute, KH. Fahmi Salim, Lc., MA, yang berjudul “HAJI: Dari Pemurnian Misi  Kenabian ke Revolusi Kebangkitan”. Bertempat di Auditorium Perpustakaan Nasional  (Perpusnas) RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, acara ini menghadirkan para tokoh  bangsa, ulama, akademisi, serta pimpinan lembaga tinggi negara, Senin, 28 September 2026. 

Buku ini hadir membedah ibadah haji secara holistik dan mendalam—melampaui sekadar  rutinitas ritual fikih formalitas atau narasi fasilitas fisik semata. Menggabungkan aspek fikih,  tasawuf, dan filsafat sosial, karya ini menegaskan bahwa manasik haji adalah “madrasah  tauhid”, rekonstruksi jejak perjuangan Nabi Ibrahim AS, serta manifesto spiritual untuk  persatuan, keadilan sosial, dan kebangkitan peradaban umat manusia. 

Hadir sebagai pembicara kunci (Keynote Speaker) dalam acara peluncuran ini, yaitu KH.  Fahmi Salim, Lc., MA (Founder Al Fahmu Institute / Penulis) bersama Wakil Menteri Haji  dan Umrah RI, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, M.PKP. 

Membedah Dimensi Fikih, Sosial, dan Peradaban Global 

Dalam pemaparannya, KH. Fahmi Salim menjelaskan bahwa buku ini menguraikan esensi  manasik haji ke dalam tiga bagian utama: 

1. Manasik untuk Ketakwaan: Mengupas keterkaitan rukun dan filosofi manasik  langsung dengan Al-Qur'an dan jejak Nabi Ibrahim AS, pemurnian niat, serta  pembekalan lahir-batin jamaah. 

2. Kebangkitan & Ketahanan Sosial-Keluarga: Menjadikan keteladanan keluarga  Nabi Ibrahim AS (Ibrahim, Hajar, dan Ismail) sebagai fondasi moral dan benteng  ketahanan keluarga modern dalam menghadapi disrupsi zaman. 

3. Refleksi Perjalanan Menuju Perdamaian Dunia: Menempatkan haji sebagai  miniatur tatanan dunia yang adil—simulasi kehidupan bebas konflik,  antidiskriminasi, antirasisme melalui ihram, serta pemerataan keadilan ekonomi  melalui kurban. 

“Haji bukan sekadar pergerakan fisik atau kemewahan fasilitas perjalanan, melainkan  praktikum lapangan yang menyatukan pengendalian nafsu, transendensi spiritual,  pengorbanan harta, dan mobilitas fisik. Manasik haji adalah sistem penyelamat makna hidup  dan universitas tauhid yang merekatkan jutaan manusia dalam kesetaraan mutlak di  hadapan Allah Ta'ala,” papar KH. Fahmi Salim. 

Turut memperkaya bedah buku ini deretan narasumber dan tokoh inspiratif, di antaranya  Ustadz Derry Sulaiman, Ustadz Dr. Erick Yusuf, S.Sy., M.Pd., Ustadz Zulkifli M. Ali, Prof.  Dr. Ing. Fahmi Amhar, Dr. Elly Warti Maliki, serta figur publik Arie K. Untung.

Karya ini mendapat sambutan hangat serta testimoni dari jajaran menteri Kabinet Merah  Putih, pimpinan MPR RI, pimpinan ormas Islam, hingga militer dan ulama nasional.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Mengembangkan dan Mencari Cabang dan Ranting Unggulan CILACAP, Suara Muhammadiyah - Revitalisasi Pi....

Suara Muhammadiyah

24 June 2024

Berita

Diaspora Bangga, Sekolah Muhammadiyah di Melbourne Disambut Jusuf Kalla dan Rencana Ekspansi ke Sydn....

Suara Muhammadiyah

23 August 2025

Berita

GARUT, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad sekaligus Ketua Ba....

Suara Muhammadiyah

5 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah -Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Upacara Wisuda ....

Suara Muhammadiyah

7 June 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengurus Korps Protokoler Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jaka....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah