Kerusakan Ekologis Kian Menyeruak, Pendidikan Ekologis Jadi Kebutuhan Mendesak

Suara Muhammadiyah

8 March 2026

800
Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah DIY, Ahad (8/3/2026) di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan. Foto: Cris

Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah DIY, Ahad (8/3/2026) di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Persoalan lingkungan (ekologi) memang tidak ada titik ujungnya. Yang tampak di permukaan berbanding terbalik dengan secercah harapan: kerusakan di mana-mana.

Harapan menjadi jauh panggang dari api. Fakta berbicara terbuka, kerusakan ekologis menyeruak di Indonesia mulai dari daratan hingga kawasan pesisir. Di sektor perhutanan, Indonesia mengalami deforestasi yang sangat signifikan.

"Sebelum tahun 2024, angka kehilangan hutan mencapai 1 juta hektar per tahun. Meski sempat menurun, saat ini angkanya masih berada di kisaran 250.000 hektar per tahun karena luas hutan yang memang sudah semakin habis," kata Rachmawati Husein.

Penyebab utama dari kerusakan ini adalah penebangan liar, konversi lahan, serta kebakaran hutan yang sering kali disengaja melalui metode tebang bakar (slash and burn). Karena biayanya yang sangat murah dibandingkan menggunakan alat mesin.

"Dampak dari hilangnya tutupan hutan ini merembet pada degradasi kualitas tanah, terjadinya erosi, tanah longsor, hingga proses disertifikasi atau perubahan lahan subur menjadi gersang," kata Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat 'Aisyiyah tersebut.

Selain masalah hutan, pencemaran lingkungan menjadi isu krusial, khususnya di wilayah DIY. Hal ini diakibatkan kepadatan penduduk dan tingkat urbanisasi yang mencapai hampir 50%.

"Pencemaran air meningkat seiring dengan menyempitnya lahan pemukiman karena banyaknya pendatang dan mahasiswa," terangnya.

Fenomena yang cukup mengkhawatirkan belakangan ini, dibongkar Rachmawati, yaitu penurunan kualitas udara di Yogyakarta. Ini dipicu oleh pembakaran sampah secara masif, apalagi sejak penutupan TPA Piyungan.

"Sementara pencemaran tanah terus terjadi akibat masifnya pembangunan hotel, vila, dan guest house yang merambah hingga ke pelosok wilayah Kulon Progo dan Gunung Kidul," terangnya.

Demikian juga Ekosistem pesisir di wilayah selatan DIY kini menghadapi tantangan serius. Kerusakan hutan mangrove yang semakin meluas serta rusaknya terumbu karang membuat keseimbangan lingkungan pesisir kian rentan.

"Kerusakan ini diperparah dengan rusaknya terumbu karang akibat eksploitasi untuk diperjualbelikan, padahal terumbu karang merupakan tempat tinggal utama bagi berbagai biota laut," sebutnya, Ahad (8/3) saat Pengajian Ramadhan PWA DIY di Kampus 4 UAD Yogyakarta.

Kondisi tersebut menjadi peringatan penting bahwa kerusakan lingkungan pesisir bukan sekadar persoalan ekologi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan kehidupan manusia di masa depan.

"Pengetahuan mengenai kerusakan ini sangat penting bagi keluarga agar dapat menyadari betapa mendesaknya upaya perbaikan lingkungan," terangnya.

Di sinilah dibutuhkan landasan pendidikan ekologis, terutama dalam keluarga. "Pendidikan ekologis harus dimulai dari keluarga," tegasnya.

Bagi Rachmawati, pendidikan ekologis tidak cukup hanya dipahami sebagai pengetahuan tentang alam, tetapi harus dibingkai sebagai bagian dari nilai kehidupan sehari-hari.

"Keluarga menjadi tempat penting untuk menanamkan nilai cinta lingkungan," katanya. Yang diaktualisasikan ke dalam membentuk gaya hidup berkelanjutan dengan membangun kesadaran ekologis.

"Belajar tentang ekosistem dan pentingnya menjaga alam," bebernya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Kontingen Tapak Suci Bantul berhasil menorehkan prestasi membanggaka....

Suara Muhammadiyah

19 May 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meraih penghargaan kategori Exc....

Suara Muhammadiyah

28 May 2025

Berita

KALTEN, Suara Muhammadiyah – Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo Sukoharjo, Muhammad ....

Suara Muhammadiyah

18 December 2024

Berita

SERUYAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daer....

Suara Muhammadiyah

30 December 2023

Berita

KAPUAS, Suara Muhammadiyah  – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas terus m....

Suara Muhammadiyah

10 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah