OLYMPICAD: Merawat Keunggulan, Meneguhkan Nilai, dan Mengikat Silaturahim Generasi Islam Berkemajuan

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

888
Foto Istimewa

Foto Istimewa

OLYMPICAD: Merawat Keunggulan, Meneguhkan Nilai, dan Mengikat Silaturahim Generasi Islam Berkemajuan

Oleh : M. Bakrun Dahlan, Wakil ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah

Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah menempatkan pendidikan sebagai jalan strategis membangun peradaban. Pendidikan tidak dimaknai semata sebagai proses mencerdaskan akal, tetapi sebagai ikhtiar melahirkan manusia yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, serta mampu memberi manfaat bagi umat dan bangsa. Dalam kerangka inilah Olimpiade Ahmad Dahlan (OLYMPICAD) perlu dipahami secara lebih utuh. OLYMPICAD bukan sekadar ajang perlombaan akademik. Ia adalah ruang pembinaan nilai, penguatan etos keunggulan, kaderisasi, sekaligus silaturahmi nasional pendidikan Muhammadiyah.

Kompetisi yang Berakar pada Nilai

Islam tidak pernah menafikan kompetisi. Namun Islam memberikan arah yang jelas: berlomba bukan untuk menegaskan ego, melainkan untuk menebar kebaikan. Seperti yang ada dalam Al Quran: “Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.”

(QS. Al-Baqarah: 148). OLYMPICAD berdiri di atas prinsip ini. Kompetisi diposisikan sebagai sarana pendidikan, bukan tujuan akhir. Prestasi tidak lahir dari jalan pintas, tetapi dari proses panjang yang ditempuh dengan kesungguhan, disiplin, dan kejujuran. Di sinilah OLYMPICAD berbeda dengan kompetisi yang sekadar mengejar peringkat. Ia mengajarkan bahwa keunggulan harus berjalan seiring dengan adab.

Amanat Muktamar dan Arah Pendidikan Muhammadiyah

Dalam berbagai Keputusan Muktamar Muhammadiyah, ditegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah diarahkan untuk membentuk manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, dan mampu menjawab tantangan zaman. OLYMPICAD merupakan pengejawantahan konkret dari amanat tersebut. Ia menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam membangun budaya unggul di satuan pendidikan, tanpa melepaskan akar ideologis dan nilai keislaman. Prestasi yang dikejar bukan prestasi kosong, melainkan prestasi yang berfungsi sebagai modal pengabdian dan kaderisasi.

Belajar sebagai Ibadah, Prestasi sebagai Amanah

Dalam pandangan Muhammadiyah, menuntut ilmu adalah ibadah. Ilmu tidak berdiri netral, tetapi selalu membawa konsekuensi moral. Dalam Al disebutkan yang artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

(QS. Al-Mujadilah: 11). OLYMPICAD menanamkan kesadaran bahwa belajar dan berkompetisi harus dilandasi niat yang lurus. Prestasi bukan untuk dibanggakan secara berlebihan, tetapi dipahami sebagai amanah yang harus dijaga, dipertanggungjawabkan, dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan. Inilah nilai penting yang sering luput dalam dunia kompetisi modern

Meneguhkan Integritas dan Akhlak Ilmiah

Tantangan pendidikan hari ini tidak hanya soal rendahnya capaian akademik, tetapi juga krisis integritas. OLYMPICAD hadir sebagai ruang pembelajaran nyata tentang kejujuran, sportivitas, dan amanah. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak.”(QS. An-Nisa: 58). Melalui proses seleksi, pembinaan, dan perlombaan, peserta didik belajar bahwa: kejujuran lebih utama daripada kemenangan, proses lebih bermakna daripada hasil, dan ilmu tanpa akhlak akan kehilangan nilainya. Inilah pendidikan karakter yang hidup, bukan sekadar jargon.

Belajar Menang dan Kalah secara Dewasa

Tidak semua peserta OLYMPICAD akan menjadi juara. Namun dalam Islam, menang dan kalah sama-sama ujian. “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”

(QS. Al-Baqarah: 153). OLYMPICAD mendidik peserta didik untuk bersyukur tanpa kesombongan ketika berhasil, dan bersabar tanpa keputusasaan ketika belum berhasil. Kegagalan tidak dipandang sebagai akhir, tetapi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pematangan diri.

Dengan seluruh dimensinya seperti prestasi, nilai, kaderisasi, dan silaturahmi. Olimpiade Ahmad Dahlan (OLYMPICAD) bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang temu nasional yang membentuk generasi Islam berkemajuan. Di tengah zaman yang kerap mengukur keberhasilan secara sempit, OLYMPICAD mengingatkan kita bahwa keunggulan sejati adalah keunggulan yang mencerahkan, prestasi yang menyatukan, dan perjumpaan yang melahirkan persaudaraan. Inilah wajah pendidikan Muhammadiyah: unggul dalam prestasi, kukuh dalam nilai, dan luas dalam silaturahmi.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Matinya Kepakaran di Tengah Banjir Informasi Oleh: Ahsan Jamet Hamidi, Ketua PRM Legoso – Ta....

Suara Muhammadiyah

13 April 2026

Wawasan

Bulan Syawal tengah kita jalani. Apa maknanya? Bulan bukan sekadar bergembira karena bisa bersua kel....

Suara Muhammadiyah

11 April 2025

Wawasan

Independensi Polri dalam Spirit Reformasi Konstitusional; Membaca Sikap Prof. Haedar Nashir secara N....

Suara Muhammadiyah

5 February 2026

Wawasan

Ikhtiar Awal Menuju Keluarga Sakinah (4) Oleh: Mohammad Fakhrudin dan Iyus Herdiana Saputra Pada I....

Suara Muhammadiyah

29 September 2023

Wawasan

Hari Anak Nasional: Mendidik Generasi Alpha dengan Parenting Profetik Oleh: Nur Ngazizah,S.Si.M.Pd.....

Suara Muhammadiyah

24 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah