Perkuat Gerakan Lingkungan, Muhammadiyah Teguhkan Semangat Berkemajuan dan Berkehijauan

Suara Muhammadiyah

24 September 2026

129
Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP

Prof Dr Muhadjir Effendy, MAP

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – Ukuran peradaban sebuah bangsa pada masa kini dapat dilihat dari seberapa besar kepeduliannya terhadap lingkungan. Demikian Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy menekankan.

“Semakin beradab sebuah bangsa, pasti semakin baik lingkungannya. Semakin kurang beradab, pasti semakin semrawut lingkungannya,” tegasnya.

Dalam konteks ini, Muhammadiyah memiliki kredo berkemajuan. Jika dikontekstualisasikan dengan lingkungan, maka Muhammadiyah juga harus berkehijauan. “Beramal lingkungan,” ucapnya.

Menurut Muhadjir, hal tersebut menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah. “Dan merupakan implementasi dari sifat Kepribadian Muhammadiyah,” sambungnya.

Karena itu, sebagai warga Muhammadiyah, mesti tumbuh sensitivitas terhadap lingkungan. Menurut Muhadjir, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga aspek nonfisik yang perlu diperhatikan secara saksama.

“Lingkungan spiritual kita, lingkungan alam di luar fisik kita,” sebutnya. Karena itu, kedua aspek tersebut mesti senantiasa dibersihkan agar tetap memberikan kemaslahatan bagi kehidupan.

“Kita harus melakukan pembersihan dua sisi, yaitu sisi fisik dan nonfisik,” tambahnya, Selasa (22/9), saat mengukuhkan kader penggerak lingkungan Green Movement Muhammadiyah (GreenMu) PDM Banyumas di Java Heritage Hotel Purwokerto, Karangkobar, Sokanegara, Purwokerto Timur, Banyumas, Jawa Tengah.

Pandangan tersebut, lanjut Muhadjir, dapat ditempatkan dalam kerangka Maqashid al-Syariah. Dalam prinsip tersebut, terdapat lima hal yang perlu dijaga, yakni Hifz ad-Din (menjaga agama), Hifz an-Nafs (menjaga jiwa), Hifz al-'Aql (menjaga akal), Hifz an-Nasl (menjaga keturunan), dan Hifz al-Mal (menjaga harta).

Namun, di tengah sengkarut persoalan lingkungan, Muhadjir menilai perlu ada perluasan pemaknaan dengan menambahkan prinsip menjaga lingkungan.

“Kalau kita bicara tentang lingkungan, itu ada penambahan yaitu *Hifz al-Bi'ah* (menjaga lingkungan),” ujarnya.

Komitmen terhadap lingkungan tersebut, menurut Muhadjir, juga telah menjadi perhatian serius Muhammadiyah secara kelembagaan. Salah satu bukti konkretnya ialah dibentuknya Majelis Lingkungan Hidup.

“Ini dari waktu ke waktu akan menempatkan posisi yang sangat strategis. Kenapa? Karena tingkat kepedulian Muhammadiyah terhadap masalah lingkungan ini semakin tinggi,” tegas Muhadjir.

Menurutnya, langkah tersebut telah dimulai melalui penguatan kader lingkungan. Saat ini, Muhammadiyah telah memiliki lebih dari seribu kader. Jumlah tersebut, kata Muhadjir, perlu terus ditingkatkan agar gerakan lingkungan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Ke depan harus lebih dilipatgandakan lagi agar cakupannya lebih maksimal,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Univ....

Suara Muhammadiyah

23 September 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Kehidupan itu tidak dapat dipastikan. Terkadang gembira hati, pun....

Suara Muhammadiyah

12 August 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UM) ....

Suara Muhammadiyah

27 January 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan ....

Suara Muhammadiyah

30 June 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat Juara 3 da....

Suara Muhammadiyah

17 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah