Teliti Naskah Kuno SSKK, Dosen UM Bandung Ungkap Pesan Keberagaman

Suara Muhammadiyah

24 September 2026

160
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian (SSKK) yang ditulis pada 1518 Masehi menyimpan catatan penting tentang nilai keberagaman, tata kehidupan, hingga pembagian profesi masyarakat Sunda pada masa Kerajaan Sunda.

Naskah kuno berkode kropak 630 yang terdiri atas 30 lembar daun nipah di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini dibahas secara mendalam oleh tim peneliti Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung dalam kerangka riset PISN BIMA Kementerian Ristek Dikti 2026.

Peneliti utama dari Prodi Kriya Tekstil & Fashion UM Bandung Saftiyaningsih Ken Atik menjelaskan bahwa gagasan mengenai keterbukaan terhadap budaya lain dan penghormatan pada perbedaan telah menjadi landasan hidup masyarakat Nusantara sejak lebih dari lima abad lalu.

"Naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian bukan hanya memuat ajaran moral. Namun, pandangan mengenai etika kehidupan, hubungan antara manusia dan pemimpin, hingga sikap terhadap budaya luar," ujar Ken.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu bagian SSKK secara eksplisit menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dan menghormati adat setempat ketika seseorang sedang merantau ke wilayah lain.

"Pesan dalam naskah tersebut menggambarkan pentingnya memahami bahasa dan adat masyarakat di tempat yang kita kunjungi sebagai bentuk penghormatan terhadap perbedaan," jelasnya.

Selain nilai sosial dan toleransi, Ken menyebutkan bahwa naskah SSKK mencatat struktur pembagian kerja masyarakat Sunda kuno secara rinci melalui berbagai spesialisasi keahlian.

"Naskah ini mengabadikan berbagai profesi spesifik. Mulai dari hulu jurit sebagai panglima perang, juru basa sebagai ahli bahasa, pangeuyeuk sebagai ahli tekstil, hingga maranggi atau ahli ukir," kata Ken.

Di samping itu, Ken menekankan pentingnya menjaga keberadaan naskah kuno ini mengingat banyak warisan intelektual dari Tatar Sunda yang tidak berhasil bertahan akibat konflik sejarah.

"SSKK menjadi salah satu bukti warisan intelektual Nusantara yang berhasil diselamatkan dan masih menyimpan rekam jejak panjang untuk kita kaji hingga saat ini," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa melalui riset berbasis naskah klasik ini, naskah kuno tidak lagi ditatap sekadar sebagai peninggalan sejarah yang kaku. Namun, sebagai sumber inspirasi untuk pengembangan karya kreatif masa kini.

"Melalui inovasi desain permukaan untuk mode dan musik balada, pelestarian naskah kuno dapat berjalan beriringan dengan penguatan industri kreatif berbasis budaya," pungkas Ken Atik.*


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo mengadakan up....

Suara Muhammadiyah

25 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Museum Muhammadiyah yang pengelolaannya berada di bawah Majelis ....

Suara Muhammadiyah

25 November 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Prodi PAI UM Bandung menerima kunjungan rombongan mahasiswa dan ....

Suara Muhammadiyah

21 November 2023

Berita

ALOR, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah akan memasuki usia yang ke-111 pada tanggal 18 November 2023....

Suara Muhammadiyah

17 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatak....

Suara Muhammadiyah

31 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah